Program Akhir Mahasiswa KM2 SDN Resongo VI

Program Kampus Mengajar Angkatan ke-dua di perkirakan akan berakhir pada tanggal 17 Desember 2021, dan akan dilanjutkan oleh Angkatan selanjutnya dengan penempatan yang akan disesuaikan oleh panitia kampus mengajar itu sendiri. Maka Kegiatan-kegiatan mulai mahasiswa kampus mengajar persiapkan sebagai bentuk usainya pengabdian mereka di sekolah tersebut, salah satunya adalah tim Kampus Mengajar yang berada di sekolah SDN Resongo VI Gunungsari, Resongo, Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Mahasiswa di SDN ini mengadakan sebuah panggung kesenian atau pentas seni di akhir pengabdian mereka. 

Pentas seni (PENSI) merupakan permintaan dari pihak civitas sekolah dan masyarakat sekitar, karena telah lama ekstrakurikuler di sekolah ini tidak aktif. “Medan yang terjal dan jarak sekolah yang jauh membuat guru-guru hanya datang untuk mengajar”, ujar salah satu mahasiswa tim SDN Resongo VI. Selain itu cuaca di tempat ini juga ekstrem. Ketika musim hujan sangat dingin, hampir setiap hari hujan. Ketika musim kemarau panasnya bukan main, panas sekali. Sehingga denProgram Akhir Mahasiswa KM2 SDN Resongo VI

dengan datangnya mahasiswa Kampus Mengajar 2, para guru-guru berharap agar mahasiswa menghidupkan kembali ekstrakurikuler di sekolah ini, salah satunya adalah dengan diadakannya panggung kesenian atau pentas seni.

Karena pada tanggal 14 – 17 desember akan ada acara rutinan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), maka para guru meminta mahasiswa untuk melaksanakan PENSI di hari sabtu tanggal 18 desember, seusai acara PGRI dilaksanakan. Maka dari itu, mahasiswa di SDN ini mulai merancang dan melatih para siswa untuk tampil pada pergelaran Pentas Seni nanti. Latihan dimulai semenjak pagi (masuk sekolah) sampai sore, meskipun ini cukup melelahkan tapi siswa dan mahasiswa sangat bersemangat.

Salah satu penampilan yang unik adalah penampilan yang berjudul Numerasi, sebuah penampilan yang tetap mempertimbangakan tujuan mahasiswa dikirim untuk mengabdi. “Penampilan numerasi kami adakan sebagai bentuk hasil dari pembelajaran kami untuk anak kelas 1-3 yang notabene lemah, lemah dalam kompetensi numerasi dan literasi”, ujar salah satu mahasiswa tim SDN Resongo VI.  (FH 30/12/21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.