Menjaga Kemurnian Akidah

Menjaga Kemurnian Akidah

Salah satu jaminan seorang hamba dimasukkan surga adalah sebab kemurnian akidah yang dimilikinya. Aqidahnya lurus dan tidak terkontaminasi dengan penyakit syirik dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengampuni dosa syirik. 

Syirik atau menyekutukan Allah adalah perbuatan dosa besar. Perbuatan syirik adalah perbuatan yang mencederai akan sifat-sifat Allah yang mulia seperti keEsaan Allah, tidak ada yang serupa dengan Nya, tidak ada sekutu baginya dan lain sebagainya.

Salah satu cara untuk menjaga kemurnian akidah kita adalah dengan tidak meniru atau menyerupai orang kafir. Istilah dalam syariatnya adalah tasyabuh. Tasyabuh adalah perbuatan meniru perbuatan orang kafir  yang menjadi penciri agamanya. Patokan seseorang disebut  telah meniru adalah jika melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang yang ditiru. Adapun jika sesuatu itu sudah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin dan bukan termasuk kekhasan orang kafir maka tidak termasuk tasyabuh.

Rasulullah senantiasa menekankan kepada umatnya agar menyelisihi apa yang dilakukan oleh orang-orang  yahudi dan nasrani. Dalam tasyabuh terdapat efek yang berbahaya bagi pelakunya khususnya dalam keimanannya.  Dalam kitab Iqtidha Ash Shirothil Mustaqim  menyebutkan bahwa sesungguhnya tasyabuh  orang kafir secara lahiriyah mewariskan kecintaan dan kesetiaan dalam batin. Begitu pula kecintaan dalam batin mewariskan  tasyabuh secara lahiriyah”.

Marilah kita senantiasa menjaga kemurnian akidah kita dengan semaksimal mungkin menjauhi perbuatan-perbuatan yang bisa merusak dan mengotorinya seperti perbuatan tasyabuh. Rasulullah telah menyampaikan apa yang seharusnya untuk disampaikan kepada umatnya dan tidak ada keraguan sedikitpun bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang paling sempurna. Wallahu Ta’ala A’lam bi Showab. (RN/ 11/12/21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.