Guru “PEJUANG MUDA” (kembali) Terjun Langsung ke Masyarakat

Sebanyak empat mahasiswa STKIP Al Hikmah Surabaya lolos dalam Program Pejuang Muda yang digelar Kementerian Sosial (Kemensos) berkerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemristekdikti). Pejuang Muda merupakan salah satu Program Kampus Merdeka yang setara dengan 20 SKS. Bersama 5.140 mahasiswa se-Indonesia mereka akan diterjunkan ke daerah pasca-bencana, daerah kantong kemiskinan, komunitas adat terpencil, dan kelompok masyarakat umum. Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah, para pejuang muda diterjunkan langsung ke daerah untuk memotret keadaan, mengidentifikasi dan memetakan masalah lalu merancang program dengan dampingan dan dukungan pendanaan secara penuh dari Kemensos.

Gambar 1. Ucapan Selamat Bertugas

Pejuang muda ini kolaborasi Kemensos dan Kemdikbudristek sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan masalah sosial di Indonesia. Program ini juga menggandeng masyarakat daerah secara langsung dalam pelaksanaannya. Menyongsong pelaksanaan kegiatan lapangan yang dijadwalkan Oktober-Desember 2021, maka selama satu pekan para pejuang muda mengikuti serangkaian pembekalan secara hybrid

Gambar 2. Tangkapan Layar Kegiatan Pembekalan Pejuang Muda

Para mahasiswa tampak antusias dengan program ini. Meskipun setiap semester mahasiswa dilibatkan dalam program internal kampus serupa, Interaksi Sosial Kemasyarakatan, namun berkolaborasi dengan mahasiswa luar perguruan tinggi merupakan pengalaman yang menantang bagi mahasiswa. Bahkan penuturan salah satu mahasiswa, ia merasa senang sekali dan masih belum percaya jika lolos program ini. Tentu STKIP Al Hikmah sendiri sangat mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dengan program Kemdikbudristek khususnya Program Kampus Merdeka. (AE, 19/10/21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *