Written by Humas Al Hikmah   
Thursday, 13 September 2018 11:30

Surabaya – Peringatan Tahun Baru Islam di kalangan masyarakat dirayakan dengan berbagai momen entah itu lomba maupun kirab keliling. STKIP Al Hikmah Surabaya mengusung tradisi yang berbeda untuk memperingati 1 Muharram yaitu dengan melakukan Perjalanan Napak Tilas. Napak Tilas merupakan tradisi berjalan kaki (napak tilas) yang dilakukan oleh STKIP Al Hikmah setiap tahun di tanggal 1 Muharram. Tema yang diusung pada 1 Muharram 1440 H ini yaitu Hijrahnya Pemuda BAPER (Pembawa Perubahan). Acara dimulai pukul 05.00 WIB briefing persiapan Napak Tilas. Kemudian pemberangkatan mahasiswa, ustadz, dan ustadzah pada pukul 05.15 WIB menuju kediaman rumah Ketua Pembina YLPI Al Hikmah, Ustadz Dr. (HC) Ir. Abdul Kadir Baraja di Jalan Ampel Kesumba Pasar, Surabaya. Beliau memberikan wejangan tentang semangat menjadi seorang guru. “Rubah mindset diri. Jadilah guru pejuang, bukan guru pekerja. Mari berhijrah dari bekerja sebagai guru, menuju berjuang menjadi guru.”, Kutipan dari Ustadz Kadir.

 

Panas yang menyengat menjadi teman perjalanan kami hari Selasa itu. Kami melanjutkan perjalanan dari Ampel menuju Tugu Pahlawan. Terlihat kekompakan dan semangat kekeluargaan antara mahasiswa, dosen, dan pengasuh. Saling berjalan bersama sambil menikmati bangunan-bangunan tengah kota Surabaya bergaya Belanda menjadikan perjalanan ini tak terasa jauhnya. Sesampainya di Tugu Pahlawan, mahasiswa melakukan kunjungan sejarah di Museum Tugu Pahlawan. Kegiatan diisi dengan pengarahan oleh tour guide dan menonton dokumentasi perjuangan arek-arek Suroboyo di masa perjuangan yang menggetarkan hati penonton.

Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Al Muhajirin Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah. Kemudian menuju Taman Prestasi dengan agenda Tadabur Alam hingga pukul 14.00 WIB. Perjalanan tak berhenti disini, mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Masjid Al Falah untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah. Perjalanan berlanjut ke Kompleks Makam Islam Jetis Kulon, Ketintang. Mahasiswa saling bahu-membahu membersihkan makam sebagai bentuk kebermanfaatan untuk warga masyarakat. Kesan menarik disampaikan oleh Pak Aceng selaku Juru kunci makam. Pak Aceng mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa STKIP Al Hikmah yang sudah bersedia membantu meringankan tugas beliau. Lelah dan letih pasti, namun senyum dari Pak Aceng mampu memberi kepuasan dan membuat terenyuh mahasiswa.

Perjalanan menuju titik akhir dari Napak Tilas yaitu Masjid Baitul Makmur Unesa Kampus Ketintang. Mahasiswa bersih diri dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Kemudian disusul dengan acara evaluasi Napak Tilas serta makan malam. Setelah serentetan acara Napak Tilas, mahasiswa kembali ke kampus STKIP Al Hikmah sekitar menjelang isya. Sesuai dengan pernyataan “Pelaut yang tangguh tidak terbentuk dari laut yang tenang” begitu pula dengan mahasiswa STKIP Al Hikmah. Guru pejuang yang tangguh tidak terbentuk dari sistem pendidikan yang biasa saja. Namun mereka adalah calon guru pejuang yang ditempa, dididik, dan disiapkan melalui sistem pendidikan luar biasa di STKIP Al Hikmah Surabaya. (war)

 

Foto Slide

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Belajar di AAL BumimoroBelajar di AAL BumimoroOutbond AALTahfidz Camp 2016Susur Sungai BrantasPramuka STKIP Al Hikmah Pelepasan Balon pada Hari Guru NasionalPanitia Peringatan Hari Guru NasionalPanitia Peringatan Hari Guru Nasional