Written by Humas Al Hikmah   
Tuesday, 13 March 2018 11:01

Pada hari Jumat, 9 Maret 2018 mahasiswa STKIP Al Hikmah Surabaya berpartisipasi aktif dalam diskusi yang bertema “LGBT, Kodrat atau Pengaruh Lingkungan”. Diskusi tersebut dimoderatori oleh dr. Abdul Ghofir, Sp.PD. berlangsung seru dan menarik sejak pukul 13.00 sampai pukul 17.00. Dalam agenda ini, banyak kalangan yang hadir, seperti Ketua Komisi Hukum MUI Jatim, sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Unair, sejumlah aktivis dakwah, aktivis LSM Sahabat Masjid Indonesia, dan sejumlah Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Tema tentang LGBT dibawakan oleh tiga pakar yang ahli di bidangnya, antara lain dr. Muhammad Faizi, Sp.A.(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Dr Soetomo – FK Universitas Airlangga, dr. Hafid Algistrian, Sp.KJ. dari Fakultas Kedokteran Universitas NU Surabaya, dan Ustaz Ainul Yaqin –Sekretaris MUI Jatim. Adapun diskusi ini sifatnya terbatas, yakni 50 peserta yang hadir bertempat di Hotel Sahid Surabaya.

 

Ulasan yang dibawakan oleh ketiga pakar tersebut, meyakini bahwa ditinjau dari segi endokrinologi dan genetikaposisi LGBT merupakan kasus transseksual yang muncul karena faktor kelainan genetik atau kelainan hormonal. Selain itu, dari prespektif kejiwaan bahwa LGBT merupakan gangguan perilaku yang ditularkan melalui psikis dan prilaku. Selanjutnya dipandang dari segi Islam bahwa transseksual dalam fikih disebut khuntsa, transgender dalam fiqih disebut mukhannats atau mutarajjilat. Hal ini dipandang bahwa kelainan ini berdosa bila dilakukan. Kemudian, kelainan orientasi seksual merupakan perilaku menyimpang dan dilarang oleh agama.

Miftakhul Ulum mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Al Hikmah Surabaya, memberi tanggapan bahwa sebagai seorang guru bila menemui kasus semacam itu di sekolah, hal pertama yang dilakukan, yaitu memperbaiki cara pandang terhadap penderita tersebut dan berkeinginan untuk memperbaiki dan membangun lingkungan yang positif. Hal itu mendasar pada pernyataan dr. Hafid Algistrian, Sp.KJ bahwa kelainan orientasi seksual yang terjadi pada diri seseorang bukan genetik atau hormonal. Adapun penyebabnya, bisa traumatik, lingkungan, atau kepengasuhan. Kedua, memposisikan diri sebagai seorang guru dengan mengoptimalkan pola pengasuhan agar stigma-stigma yang melabeli pada penderita tersebut memudar dan hilang. (Jat)

 

Foto Slide

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Belajar di AAL BumimoroBelajar di AAL BumimoroOutbond AALTahfidz Camp 2016Susur Sungai BrantasPramuka STKIP Al Hikmah Pelepasan Balon pada Hari Guru NasionalPanitia Peringatan Hari Guru NasionalPanitia Peringatan Hari Guru Nasional