Written by Humas Al Hikmah   
Sunday, 29 October 2017 05:49

Surabaya, Sabtu (28/10/17), bersama perguruan tinggi se-Jawa Timur, mahasiswa STKIP Al Hikmah Surabaya bersemangat memperingati hari Sumpah Pemuda. Kegiatan diadakan di Gelora Pancasila, Surabaya, dan dihadiri oleh 50 Perguruan Tinggi se-Jawa Timur. Sebagai wujud cinta Indonesia, 33 mahasiswa menghadiri Kuliah Akbar dengan tema 'Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Menangkal Radikalisme se-Jawa Timur'. Awal acara dibuka dengan gemuruh yel-yel mahasiswa penuh semangat, "Siapa kita? Indonesia! Apa dasar negara kita? Pancasila! NKRI, harga mati! Menangkal Radikalisme, kami tidak takut!"

Ada yang unik dari acara pembuka acara, lagu nasional Indonesia Raya dinyanyikan dengan tiga stanza sehingga semakin menambah aura khidmat. Sikap sempurna mahasiswa STKIP Al Hikmah Surabaya yang tak kalah dengan  mahasiswa Politeknik Penerbangan Surabaya menjadi salah satu pemandangan elok di tengah para mahasiswa lain. Sikap mereka benar-benar menunjukkan sikap menghargai dan mencintai bangsa Indonesia.

Deklarasi para pimpinan perguruan tinggi Indonesia disampaikan oleh rektor Unitomo Surabaya, Dr. Bachrul Amiq, S.H.,M.H. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa menjadi ujung tombak yang menjaga kemerdekaan bangsa. Acara semakin gemuruh ketika Bapak Kapolda Jawa Timur membagikan tiga sepeda untuk 3 pertanyaan. Dua sepeda berhasil direbut oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika dan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Tamim Zainudin dan Jundullah Faris M.

Bapak Hamis sebagai perwakilan kopertis IV menyampaikan materinya yang menyentuh hati. Menyatakan bahwa Islam bukan agama teroris, Islam itu agama yang mencintai. Muslim itu bersaudara. Muslim yang masuk surga adalah yang memuliakan sekitarnya. Headline beliau diikti aksi berpelukan antarmahasiswa, laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan, sembari berkata, "aku saudaramu, saudara seperjuangan." Tidak hanya itu, mahasiswa juga diminta untuk saling bersilang dengan teman sebelah dan mengucap janji, "Saya beragama, saya berjanji atas nama agama untuk menjamin keamanan, menjamin keselamatan, dan menjamin kedamaian untuk yang ada di sebelah saya." Akhir materi dari Bapak Hamis ditutup kalimat tegas, "Inti membangun negara adalah adil. Bukan simbolnya yang Islam tetapi sistemnya yang Islami. Sistem yang Islami ini dapat dicapai dengan tiga hal, adiL, ihsan, dan membantu kerabat."

 

Panitia memberikan ruang bagi lima wakil mahasiswa untuk menyampaikan makna Sumpah Pemuda. Lagi-lagi mahasiswa STKIP Al Hikmah Surabaya menunjukkan eksistensinya, Syaiful Bakhri, mahasiswa prodi Pendidikan Matematika menyampaikan makna Sumpah Pemuda dengan elegan dan menggelora. Syaiful mengingatkan teman-teman mahasiswa lain dari seluruh Jawa Timur bahwa Indonesia dibangun atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa sehingga semangat menjaga kemerdekaan pun harus berlandaskan Tuhan Yang Maha Esa. Syaiful menutup deklarasinya dengan mengingatkan semua mahsiswa di Gelora Pancasila untuk tidak meninggalkan salat Ashar berjamaah. Sungguh mahasiswa pemegang teguh agama Islam. Semoga mereka selalu menjadi guru yang taat beragama dan cinta Indonesia. Aamiin. (wid.)

 

Foto Slide

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Belajar di AAL BumimoroBelajar di AAL BumimoroOutbond AALTahfidz Camp 2016Susur Sungai BrantasPramuka STKIP Al Hikmah Pelepasan Balon pada Hari Guru NasionalPanitia Peringatan Hari Guru NasionalPanitia Peringatan Hari Guru Nasional